NETIQUETTE (FLAMING, TROLLING, JUNKING)

Netiquette dapat diartikan sebagai Internet Etiquette atau Social Network Etiquette. Netiquette merupakan sebuah aturan dalam berinternet, pada umumnya diera modern ini semua orang pasti menggunakan internet dalam berbagai kegiatannya dari mulai pekerjaan, mencari sumber informasi, berinteraksi dengan teman, dan banyak lagi. Oleh sebab itu diperlukan aturan dalam berinternet agar pengguna mengetahui bagaimana batasan dan cara yang benar dalam menggunakan atau memanfaatkan internet dengan baik.

Flaming merupakan tindakan provokasi, penghinaan, mengejek, atau komentar kasar yang menyinggung pengguna lain .

Trolling diartikan sebagai seseorang yang mempostingkan tulisan atau pesan menghasut dan tidak relevan dengan topik yang dibicarakan di komunitas online seperti forum, chatting, dan bahkan blog. Tujuannya adalah memprovokasi dan memancing emosi para pengguna internet lainnya agar jalannya diskusi yang tengah berlangsung menjadi kacau. Dalam dunia internet, pelaku trollingini disebut troller. Kalau Anda mencari padanannya dalam dunia nyata, troller bisa suka-suka Anda artikan sebagai provocateur alias provokator!

Junking adalah tindakan memposting sesuatu yang tidak bergguna saat berforum di internet seperti foto, video, tulisan di media internet.

 

Terdapat beberapa pedoman dasar dalam Etika yang disebut oleh Rinaldy (1996) sebagai “The Ten Commandment of Computer Ethics, yaitu:

1. Tidak menggunakan komputer untuk merugikan orang lain.

2. Tidak mengganggu komputer orang lain.

3. Tidak mengintai file orang lain.

4. Tidak menggunakan komputer untuk mencuri.

5. Tidak menggunakan komputer untuk mengucapkan saksi dusta.

6. Tidak menggunakan atau menyalin perangkat lunak bajakan.

7. Tidak menggunakan sumber daya komputer orang lain tanpa otorisasi.

8. Tidak mencuri hasil karya orang lain.

9. Berpikir tentang konsekuensi sosial dari program atau posting yang Anda tulis.

10. Menggunakan komputer dengan cara bijak dan dengan rasa hormat pada pengguna lain.

Mengenai etiket, Brakeman (1995) menyajikan The Ten Commandment of Etiquette, yaitu:

1. Jangan pernah lupa bahwa pengguna lain adalah juga manusia.

2. Hendaknya menulis atau berkomentar secara singkat dan tepat.

3. Hormati pesan atau komentar orang lain.

4. Gunakan judul yang tidak menipu dalam posting/pesan.

5. Fahami siapa audiens dari posting Anda.

6. Hindari humor yang bersifat sarkasme.

7. Selalu tinjau kembali apa yang sudah Anda katakan

8. Bersosialisasilah (kembali kepada masyarakat yang riil).

9. Tidak terus mengulangi apa yang telah dikatakan.

10.   Cantumkan referensi secara tepat.

Dari berbagai buku maupun jurnal-jurnal ilmiah yang dipublikasikan online, baik dipublikasikan secara terbuka maupun secara tertutup (seperti di Proquest, Ebsco, maupun portal jurnal online lain) terdapat beberapa panduan Netiket, yang dapat diringkas ke dalam beberapa poin penting.  Virginia Shea (1994) pernah menulis buku khusus dengan judul “Netiquette bisa dibaca offline di perpustakaan, bahkan ia membagikan bukunya secara gratis di laman ini. Virginia Shea menulis lengkap mengenai berbagai pedoman Netiket. Ia menulis 10 pedoman dasar mengenai Netiket.

Berikut ini adalah ringkasan dari pedoman netiket yang disarikan dari buku Virginia Shea dan dari beberapa jurnal penelitian:

1. Pikirkan dulu sebelum posting (Think first before posting)

Karakteristik sebuan pesan atau tulisan di dunia maya yaitu dapat disalin dan diteruskan secara cepat. Pertimbangan yang matang sebelum menulis mutlak diperlukan agar tidak terjadi dampak yang tidak diinginkan. Hindari menulis di saat kesal atau marah. Lebih baik menunggu satu hari atau beberapa saat daripada menulis atau menjawab komentar secara tergesa-gesa

2. Tulis judul posting dan komentar dalam huruf besar dan kecil. Huruf KAPITAL semua (uppercase) akan dipersepsi oleh orang lain seperti “BERTERIAK”, sementara jika huruf kecil semua akan menyulitkan untuk dibaca.

3. Hindari singkatan alay

Singkatan ini mungkin umum digunakan seperti “Pls, fwd, asap ” dan sejenisnya, tapi tidak semua orang faham.

4. Menulis dan berkomentar secara singkat dan fokus

Menulis atau berkomentar secara singkat dan fokus memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada ngalor-ngidul, ingin semua dibahas, menjadi tidak fokus. Singkat bukan berarti satu atau dua kata saja, tetapi fokus pada apa yang hendak disampaikan dengan bahasa yang singkat dan mudah dimengerti oleh semua orang. Ingatlah, bahwa manusia hanya akan mengingat kata terakhir saja atau kata yang menurutnya penting saja sebagai kata kunci dalam merespons. Gunakan spasi dan baris dengan baik untuk dapat menekankan informasi mudah untuk dibaca.

5. Hindari smiley atau emoticon

Tidak semua orang faham dengan arti dari sebuah emoticon. Seperti diungkapkan oleh Scheuermann (1997), emoticon dengan “gambar kepala orang yang sedang mengisap rokok” misalnya, si pembaca akan bertanya-tanya “apa maksudnya dari ini”? Saya juga tidak tahu sampai saat ini apa arti dari emoticon itu.

Emoticon sangat sedikit yang dapat dimengerti, kebanyakannya membingungkan. Banyak cara yang lebih baik untuk menyampaikan perasaan daripada dengan sebuah emoticon.

6. Hindari flaming

Pedoman ini adalah “Golden Rule“, aturan utama dalam netiket. Flaming secara mudahnya dapat diartikan penghinaan atau komentar kasar terhadap orang lain. Flaming juga dapat berarti lari dari substansi atau fokus diskusi.  Secara lebih luas flaming adalah tindakan provokasi, mengejek, ataupun penghinaan yang menyinggung pengguna lain.

Menurut Virginia Shea, flaming dalam sebuah diskusi bisa berarti “perdebatan sengit” (istilah kitanya mungkin “debat kusir”). Flaming dalam arti debat, menurut Shea, kalaupun hendak mendebat hindari mendebat secara membabi-buta.

Hindari mendebat pada pemula ataupendatang baru yang mungkin berstatemen agak “bodoh”. Karena mungkin ilmunya masih terbatas atau belum mempelajari karakteristik dari forum yang ia ikuti.

Debat kusir tidak akan mencerminkan bahwa “Anda populer” atau “Anda pintar”, justru mendebat dengan membabi buta seringkali menyebabkannya terjebak pada komentar yang “bodoh” (poorly executed flames). Dalam buku Netiquette diingatkan bahwa, “Remember that a poorly executed flame is worse than no flame at all” (silahkan diartikan, saya susah untuk mencari padanan katanya).

7. Hindari sikap mudah tersinggung

Beberapa pesan berupa posting atau komentar mungkin tidak bermaksud untuk menggoda atau mencemooh.

8. Hindari sikap atau kata-kata yang menggurui

Jauh lebih baik untuk menulis argumentasi dengan alasan yang logis daripada berkhotbah.

9. Memaafkan kesalahan orang lain

Memaafkan bukan hanya di dunia nyata tetapi juga penting di dunia maya. Tentang ini saya rasa tidak usah dijabarkan lebih lanjut.

10. Kenali audiens

Posting dengan maksud yang benar tetapi disampaikan pada saat yang tidak tepat akan memicu pertengkaran. Hal ini karena penulis gagal memahami audiens dari tulisannya.

Contoh kasus :

Terdapat berita di suatu media internet yang mengabarkan berita tentang seseorang seperti contoh kecelakaan si pelaku menabrak karena mengendarai mobil saat ia mabuk dan melibatkan 7orang tewas dan 5 luka-luka. Lalu ada seseorang berkomentar dalam berita tersebut mencacimaki pelaku seenaknya saja tanpa memikirkan pihak lain seperti keluarga pelaku yang bisa saja tersinggung karena komentarnya.

 

Maaf apabila ada kesalahan penempatan kata, kesamaan tulisan, dan kesalahan dalam penulisan. Karena tulisan ini semata-mata pembelajaran untuk saya.

Sumber : http://media.kompasiana.com/new-media/2013/01/19/mendalami-pentingnya-netiquette-526909.html

http://media.kompasiana.com/new-media/2010/01/14/perkara-netiquette-troller-abaikan-saja-53909.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s