#SIP3_Arsitektur Komputer dan Struktur Konitif Manusia

Nama : Lia Nurbaiti

NPM : 14512188

Kelas : 4PA08

Pada era modern ini manusia tidak terlepas dari kemajuan teknologi, perkembangan demi perkembangan membuat manusia semakin tidak terlepas dari perkerjaan dan gaya hidup. Manusia dan komputer merupakan keterkaitan yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Disini saya akan membahas apa itu arsitektur komputer dan struktur  kognitif manusia.
Arsitektur Komputer
Arsitektur komputer adalahi  lmu mengenai konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer, sekaligus sebagai suatu seni mengenai cara interkoneksi antara berbagai komponen perangkat keras atau hardware untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional, kinerja, dan juga target biayanya. Perlu diketahui, perubahan sistem, baik besar maupun kecil, selalu akan melalui tahap sebagai berikut :
Tingkat 1 : Ide, mengetahui perlu adanya perubahan.
Tingkat 2 : Design, merancang cara pemecahannya.
Tingkat 3 : Pelaksanaan, menerapkan design ke dalam sistem.
Tingkat 4 : Kontrol, memeriksa tingkat pelaksanaan dijalankan sesuai dengan design
Tingkat 5 : Evaluasi, memeriksa apakah perubahan yang terjadi sesuai dengan tujuan semula.
Tingkat 6 : Tindak lanjut, melaksanakn perubahan sesuai dengan hasil evaluasi yang ada.

3 sub-kategori arsitektur komputer
Arsitektur komputer ini mengandung 3 (tiga) sub-kategori, diantaranya meliputi:
a.    Set intruksi Arsitektur (ISA), yaitu suatu aspek dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemrogram.
b.    Arsitektur mikro dari ISA, dan juga
c.    Sistem desain dari semua atau seluruh komponen dalam perangkat keras (hardware) komputer ini.
Arsitektur Komputer yaitu desain komputer yang meliputi:
a.    Set instruksi.
b.    Komponen hardware (perangkat keras).
c.    Organisasi atau susunan sistemnya.
Terdapat 2 (dua) bagian pokok arsitektur komputer:
1.    Instructure Set Architecture, adalah spesifikasi yang menentukan bagaimana programmer bahasa mesin berinteraksi dengan komputer.
2.    Hardware System Architacture yaitu subsistem hardware (perangkat keras) dasar yaitu CPU, Memori, serta OS.

Kelebihan Arsitektur Komputer:
1.    Memiliki perangkat yang tersusun sesuai prosedur buatan.
2.    Dapat digunakan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun setiap saat.
3.    Mudah didapat dan praktis.
4.    Proses kerjanya cepat.
5.    Dapat membuka aplikasi secara bersamaan.

Kekurangan Arsitektur Komputer:
1.    Sensitif, mudah rusak dan terkena virus.
2.    Penyimpanan data yang terbatas.
3.    Membutuhkan tempat untuk menyimpan perangkatnya.
4.    Membutuhkan tenaga listrik agar dapat berkerja.
5.    Harganya yang cukup mahal.

Struktur Kognitif Manusia
Istilah cognitive berasal dari kata cognition yang artinya adalah pengertian, atau mengerti. Kemudian istilah kognitif ini menjadi populer sebagai psikologi manusia/satu konsep umum yang mencangkup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan menyangka, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, memperkirakan, berfikir dan keyakinan yang berpusat di otak yang berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang berkaitan dengan rasa. Menurut para ahli, tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku terjadi. (Suardi, 2015)
Menurut Piaget (dalam Suardi,2015) perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Semakin bertambahnya umur individu , semakin komleks susunan sel syarafnya dan semakin meningkat pula kemampuannya. Ketika individu berkembang menuju kedewasaan, akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebankan adanya perubahan-perubahan kualitatif didalam struktur kognitifnya.
Proses terjadinya adaptasi dari skemata yang telah terbentuk dengan stimulus baru dilakukan dengan dua cara, yaitu :
1.    Asimilasi
yaitu proses pengintegrasian secara langsung stimulus baru ke dalam skemata yang telah terbentuk/proses penggunaan struktur atau kemampuan individu untuk mengatasi masalah dalam lingkungannya.
2.      Akomodasi
yaitu proses pengintegrasian stimulus baru ke dalam skema yang telah terbentuk secara tidak langsung/ proses perubahan respons individu terhadap stimuli lingkungan. Dalam struktur kognitif setiap individu mesti ada keseimbangan antara asimilasi dengan akomodasi. Keseimbangan ini dimaksudkan agar dapat mendeteksi persamaan dan perbedaan yang terdapat pada stimulus-stimulus yang dihadapi. Perkembangan kognitif ini pada dasarnya adalah perubahan dari keseimbangan  yang dimiliki ke keseimbangan baru yang diperolehnya. Dengan penjelasan diatas maka dapatlah kita ketahui tentang bagaimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan intelektual. Pertumbuhan intelektual terjadi karena adanya proses yang kontinu dari adanya equilibrium – disequilibrium. Bila individu dapat menjaga adanya equilibrium, individu akan dapat mencapai tingkat perkembangan intelektual yang lebih tinggi.
Empat tahap perkembangan kognitif dari setiap individu yang berkembang secara kronologis :
a.  Tahap Sensori Motor : 0 – 2 tahun
b.   tahap Pra Operasi : 2 – 7 tahun  
c.    tahap Operasi Konkrit : 7 – 11 tahun  
d.    tahap Operasi Formal : 11 keatas
Sebaran umur pada seiap tahap ersebut adalah rata-rata (sekitar) dan mungkin pula terdapat perbedaan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya, antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Dan teori ini berdasarkan pada hasil penelitian di Negeri Swiss pada tahun 1950-an.
Terdapat 6 tingkatan-tingkatan kognisi manusia menurut Bloom sebagai berikut :
1.    Tingkat pengetahuan (knowledge level), berisi kemampuan untuk mengenali dan mengingat peristilahan, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, dll.
2.    Tingkat pemahaman (comprehension level), dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dsb.
3.    Tingkat aplikasi (application level), di tingkat ini seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dll di dalam kondisi kerja.
4.    Tingkat analisis (analythical level), seseorang akan mampu menganalisa informasi yang yang masuk dan menbagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari skenario yang rumit.
5.    Tingkat sintesa (synthesis level), mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yang dibutuhkan.
6.    Tingkat evaluasi (evaluation level), kemampuan untuk memberi penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yang ada untuk memastikan nilai evektivitas atau manfaatnya.

Kelebihan Struktur Konitif Manusia:
1.    Struktur kognisi lebih jelas tujuannya dan sistematis
2.    Mampu mengingat pengalaman yang sudah lama.
3.    Dapat menyimpan memory sepanjang kehidupannya yang tak terbatas.
4.    Mampu berfikir dan mengoptimalkan kerja otak secara maksimal.
5.    Dapat memberi motivasi agar terjadi motivasi belajar
Kekurangan Struktur Kognisi Manusia:
1.    Sering terjadi lupa
2.    Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengingat dan berfikir.
3.    Pengaplikasian dikehidupan sehari-hari tergantung dari individu masing-masing bagaimana cara mengoptmalkannya.

Manusia tidak berpikir seperti komputer, karena manusia lebih tinggi dari komputer. Komputer hanya alat untuk membantu manusia dalam melakukan kinerja lebih maksimal. (Anonim)

Sumber :
Anonim. (2014). Pengertian Arsitektur Komputer SecaraLebih Jelas.  http://www.pengertianku.net/2014/12/pengertian-arsitektur-komputer-secara-lebih-jelas.html  Diakses pada tanggal 11 Oktober 2015
Anonim http://apr1l-si.comuf.com/arsitektur.php Diakses pada tanggal 11 Oktoer 2015
Anonim. Arsitektur Komputer. Diunduh melalui http://jnursyamsi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30853/MSIM2+Arsitektur+komputer.pdf
Anonim. Artikel Ilmiah. Diakses melalui http://physicsmaster.orgfree.com/Artikel%20Ilmiah%202.html pada tanggal 11 Oktober 2015
Anonim. Taksonomi Bloom. Diunduh melalui http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=10&cad=rja&uact=8&ved=0CFcQFjAJahUKEwiCmMHjg7vIAhWTxY4KHWXNCpY&url=http%3A%2F%2Fwww.bppk.depkeu.go.id%2Fwebpkn%2Fattachments%2F766_1-Taksonomi%2520Bloom%2520-%2520Retno-ok-mima.pdf&usg=AFQjCNGv0m0kNLaFy8SI-FD0l2QC_QZR7A&bvm=bv.104819420,d.c2E
Suardi, Moh. (2015). Belajar & pembelajaran. Penerbit: Deepublish (Grouph Penerbitan CV Budi Utama). (googlebooks)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s