#SIP1_Etika Menulis Artikel Online

Nama : Lia Nurbaiti

NPM : 14512188

Kelas : 4PA08

Perkembangan demi perkembangan membuat dunia semakin berubah semakin maju bagi manusia, salah satunya media online yang semakin memudahkan manusia untuk melakukan aktifitas-aktifitasnya seperti berkerja, berkomunikasi, mencari pengetahuan, maupun menyalurkan pengetahuan dan pengalamannya melalui tulisan seperti artikel online yang dapat dipublikasi setiap waktu agar orang lain dapat mengakses dan membacanya dengan mudah.

Wahyu (2011), Tujuan individu menulis pada umumnya adalah untuk mengungkapkan fakta atau mengekspresikan perasaan, sikap, dan isi pikiran secara jelas dan efektif kepada pembaca. Sebuah tulisan dikatakan jelas mampu mewakili secara tepat isi pikiran atau perasaaan penulisnya. Sebuah tulisan dikatakan efektif bila penulisnya mampu membuat pembacanya memfokuskan diri pada pokok tulisan. Menulis sebagai keterampilan bahasa setiap individu,   banyaknya artikel-artikel atau berita yang dimuat media sosial harus mempunyai etika dan kode etik penulisan yang ada.
Pengetahuan dan otoritas penulis menjadi salah satu aspek dalam penialan penting sebagai kualitas isi tulisan, penulis harus memiliki pengetahuan dan yang kuat tentang apa yang ditulisnya. Hal tersebut yang harus diperhatikan ketika hendak ingin menulis artikel dimedia sosial. Selain itu pemilihan kata yang baik juga penting dalam penuasan, agar tulisan dapat dimengerti oleh pembaca umum. Dalam hal ini, sebaiknya seorang penulis artikel juga memahami kode etik jurnalistik. Pasalnya sekalipun penulis artikel bukan jurnalis, toh individu tersebut menulis didalam media massa online.
Menurut Wahyu  (2006), sebagai penulis adapun individu yang menulis untuk artikel online harus menyadari bahwa penulis harus memiliki hal-hal dibawah ini :
1.     Privilase
Hal ini berkaitan dengan “kebebasan penulis”, yakni apapun boleh penuis kemukakan, asalkan tidak memuaskan orang lain. Penulis harus memahami hal-hal berikut :
a.    Memahami Diksi (pemilihan kata)
Diksi merupakan tulang punggung artikel jurnalistik, apalagi di sejumlah komunitas tersebut (bahkan,terkadang, sesuai, dengan jenis kelamin). Tujuannya bisa demi sopan santun, basa basi, bisa pula demi penghormatan. Diksi merupakan sebagai unsur penting bagi penulisan, sebab persoalan diksi bukan hanya menyangkut pemilihan kata secara tepat dan sesuai, melainkan juga meliputi persoalan gaya berbahasa.
b.    Memahami Tabu
Di dalam tulis-menulis, yang mencerminkan aktivitas individu-individu yang beradab, tabu berkaitan dengan urusan pantas-tidaknya sebuah kata dipakai dalam tulisan.
c.    Memahami Eufemisme
Kebanyakan pakar bahasa memaknai istilah eufemisme sebagai ungkapan yang lebih halus, lebih sopan dan lebih baik, sebagai pengganti ungkapan yang dirsakan kasar dan kurang menyenangkan.

Berikut ini kode etik jurnalistik dituangkan beberapa peraturan yang mendasar sebagai berikut bahwa Wartawan Indonesia :
1.    Bersikap independen untuk menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk,
2.    Menempuh cara-cara yang profesional,
3.    Menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah,
4.    Tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
5.    Tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
6.    Tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.
7.    Memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.
8.    Tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.
9.    Menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.
10.    Segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.
11.    Melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pentingnya etika dan kode etik yang berlaku dalam menulis artikel  di media online, agar tulisan menjadi berita yang positif sehingga dapat diterima dari berbagai pihak, dan memberikan manfaat berupa pengetahuan bagi pembaca artikel media online.

Sumber :
Wibowo, Wahyu. (2006). Berani Menulis Artikel: Babak Baru Kiat Menulis Artikel untuk Media Massa Cetak. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.
Wibowo, Wahyu. (2011). Cara Cerdas Menulis Artikel Ilmiah. Jakarta: PT.Kompas Media Nusantara.
Sumadira, Haris .2008. Jurnalistik Indonesia. Jakarta : Bumi Aksara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s