#SIP_Artificial Intelligence dan Ekspert System

Dimasa kini, artificial intellegence telah menjadi wacana umum yang sangat penting dan jamak dijumpai. Namun masih banyak menyisakan pertanyaan skeptis tentang ‘mesin berfikir’ : betulkah buah mesin dapat benar-benar berfikir dengan dirinya sendiri? atau jika benar-benar dapat berfikir sendiri, apakah proses berfikirnya sama dengan kita dan seberapa handal?.

Artificial intellegence menurut H. A. Simon (1987) yaitu merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan intruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan suatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.

Ketika hendak membuat suatu keputusan yang kompleks atau memecahkan masalah, sering kali kita meminta nasehat atau berkonsultasi dengan pakar atau ahli. Seorang pakar adalah seseorang yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman spesifik dalam suatu bidang: misalnya pakar komputer, pakar uji tak merusak, pakar politik, dan lain-lain. Semakin tidak terstruktur situasinya , semakin mengkhusus (mahal) konsultasi yang dibutuhkan.

artificial.jpg

Sistem pakar (Expert System) adalah usaha untuk menirukan seorang pakar. Biasanya sistem pakar berupa perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mancapai tingkat performa yang sebanding dengan seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit. Ide dasarnya adalah: kepakaran ditransfer dari seorang pakar atau sumber kepakaran yang lain ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer dan pengguna dapat berkonsultasi padak omputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dll.) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskan ke pengguna tersebut bila dengan alasan-alasannya. Sistem pakar terkadang lebih baik unjuk kerjanya daripada seorang pakar manusia.

Sistem Pakar merupakan paket  perangkat lunak atau paket program komputer yang disediakan sebagai media penasehat atau membantu dalam memecahkan masalah di bidang-bidang tertentu seperti sains, pendidikan, kesehatan, perekayasaan matematika, dan sebagainya. Sebuah sistem pakar dapat memproses sejumlah besar informasi yang diketahui dan menyediakan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan pada informasi-informasi. Sistem pakar bertujuan untuk membuat keputusan yang lebih cepat daripada pakar. Dengan adanya sistem pakar ini, pihak manajemen memperoleh keuntungan mendapatkan pakar tanpa pakar tersebut berada ditempat. Sistem pakar ini dapat sama atau bahkan dapat melebihi kepakaran manusia, setidaknya dalam konsistensi.

Dari deskripsi tentang AI dan System pakar diatas, dapat disimpulkan bahwa: kaitan dari system pakar dengan AI adalah memiliki tujuan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam suatu penyelesaian masalah serta membuat keputusan berupa hasil yang lebih cepat. sedangkan perbedaannya, apabila system pakar mengacu kapada si perancang itu sendiri sebagai object dalam menyiapkan suatu system guna mendapatkan hasil yang maksimal. Sedangkan AI mengacu kepada jalur atau langkah yang sebagian besar berorientasi kepada Hardware guna mencapai hasil yang maksimal.

Referensi :

Ir., Achmad., Balza., M.Sc.E. (2006). Kecerdasan Buatan. Diunduh melalui http://web.unair.ac.id/admin/file/f_12451_23ssd.pdf&ved=0ahUKEwiOyl-H4fnJAhUCTI4KHfXwB_YQFggpMAU&usg=AFQjCNEczkdN9UuTDoFN9PXfDF6vLc8d2A&sig2=9u6l5yDzyDzyOBKXtaCVIsAhg pada tanggal 26 Desember 2015

Kusrini,. S.Kom. (2006). Sistem Pakar, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s